Seputar Dunia dan Akhirat

Seputar Dunia dan Akhirat
Tampilkan postingan dengan label Lintas Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2011

Teolog Kristen, "Saya Meyakini Quran Sebagai Firman Tuhan"

Teolog Kristen, "Saya Meyakini Quran Sebagai Firman Tuhan"



Setelah membaca dengan seksama dan mendalami kandungan isi Al-Quran selama bertahun-tahun, Profesor Walter Wagner--seorang pakar teologi dari AS--menyimpulkan bahwa Tuhan sedang bicara pada seluruh umat manusia lewat kitab suci itu.
Ia mengakui mengagumi isi Al-Quran. Untuk itu, ia menulis hasil penelitiannya selama bertahun-tahun tentang Al-Quran dalam sebuah buku berjudul "Opening the Quran". Lewat buku itu, Profesor Wagner mengatakan ingin menyebarluaskan tentang isi Al-Quran yang luar biasa, pada para pembaca, pada para mahasiswanya, termasuk pada dirinya sendiri untuk memperdalam pemahamannya terhadap isi Al-Quran.
Situs berita Zaman yang berbasis di Turki menyebut buku "Opening the Quran" karya Profesor Wagner sebagai buku yang sangat inspiratif bukan hanya untuk non-Muslim tapi juga untuk kalangan Muslim, termasuk mereka yang berminat mempelajari Islam dan kitab suci Al-Quran.
Dalam wawancara dengan Zaman, Profesor bidang teologi di Moravian College dan Theological Seminary ini mengungkapkan pengalamannya yang istimewa, yang membawanya pada Al-Quran serta pandangan-pandangannya tentang ajaran yang terkandung dalam Al-Quran. Berikut petikannya;
Apa yang menginspirasi Anda untuk menulis buku tentang Al-Quran?
Buku ini menjadi bagian dari pengalaman belajar saya selama lebih kurang selama 20 tahun. Saya pikir, saya baru memulai untuk memahami Al-Quran. Tapi sebenarnya, karena adanya hubungan antara Yudaisme, ajaran Kristen dan Islam, kami satukan bukan hanya di beberapa bagian terkait budaya dan teologi, tapi juga dalam sejarahnya.
Sudah berapa kali kita berbenturan dalam hal pemikiran dan ada masa-masa pertikaian yang melibatkan persenjataan. Tapi kita semua juga menyembah Tuhan yang sama. Dan untuk melakukan itu, seharusnya, diluar pengalaman saya mengajar, ada upaya untuk memahami agama lain, dan ini perlu usaha keras. Bagi seorang pengajar, butuh kerja keras untuk mengajarkan orang lain, tapi yang harus paling banyak belajar adalah guru itu sendiri.
Jadi, buku ini menjadi pengalaman belajar saya sendiri dan saya beruntung sekali mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, terutama tujuh tahun belakangan ini, dimana saya berinteraksi dengan komunitas Muslim Turki. Salah satu kekuatan buku tentang Quran ini adalah, menjelaskan pada diri saya sendiri dan pembaca lainnya, khususnya di masa penting seperti saat ini, dimana kita harus saling memahami antar sesama pemeluk agama.
Jadi, bisa dikatakan, Anda sebenarnya menulis buku "Opening the Quran" ini untuk diri Anda sendiri?
Ya. Anda akan menemukan bahwa para penulis menuliskan suara hatinya. Buat Anda yang muslim, pasti tahu siapa yang bicara dalam Al-Quran. Tapi, siapa yang bicara dalam buku (Wagner) ini? Beberapa bagian adalah suara seorang akademisi; yang bicara seorang profesor. Beberapa bagian lainnya adalah pendapat pribadi.
Menarik sekali. Pertanyaan selanjutnya, "suara" apa yang merasuk ke benak Anda ketika Anda membaca Quran? Siapa menurut Anda yang bicara dalam Quran?
Saya meyakini bahwa Quran adalah buku yang menginspirasi. Saya percaya Tuhan menginspirasi banyak orang dan banyak nabi serta utusan-Nya, dan yang ada dalam Quran adalah suara Tuhan Yang Mahasuci, yang bicara pada kita--menyuarakan tentang keadilan dan perdamaian, bicara tentang umat manusia yang harus hidup saling berdampingan dengan damai, dan saling membantu. Itulah suara yang saya dengar, suara yang kemudian saya coba teruskan pada para pembaca, mahaiswa, dan pada diri saya sendiri.
Bisakah Anda menjelaskan metodologi dan bagaimana cara Anda mempelajari Al-Quran?
Bagi seorang non-Muslim, membaca Quran untuk pertama kalinya mungkin pengalaman yang membingungkan. Bagi kami, yang berlatar belakang memiliki tradisi membaca Alkitan, harapannya mungkin akan seperti membaca Genesis, Exodus atau Injil Mark; akan ada sebuah rentetan cerita. Namun Anda akan menemukan bagian-bagian yang tersebar di beberapa tempat, yang secara keseluruhan saling terkait. Perlu dibaca berulang-ulang, direnungkan dan penggambaran dalam pikiran Anda agar bisa memahaminya. Tapi, saya kira, langkah pertama adalah jangan mudah menyerah. Saran pertama adalah, membacanya mulai dari halaman belakang ke depan, untuk memahami tentang nabi-nabi. Perlu juga membaca apa penjelasan atau penafsiran berbagai tokoh tentang isi Al-Quran.
Sejauh mana proses mempelajari Al-Quran berpengaruh pada diri Anda, apakah proses itu membawa perubahan pada hidup Anda?
Saya kira, yang paling terpenting adalah saya jadi lebih memahami Islam dan Al-Quran, soal kewajiban salat, dan ada perasaan yang mendalam soal salat ini dan bagaimana kehidupan bisa dibingkai lewat salat dan doa. Pemahaman saya yang masih sedikit tentang Islam, cukup membuat saya mengakui bahwa Islam adalah agama yang berdasarkan pada ajaran tentang "Sang Pencipta". Buat saya, hal ini merupakan sebuah ajaran etika yang luar biasa, dan ketika saya melihat orang lain, saya mengakui bahwa mereka adalah perwakilan Tuhan di bumi untuk menjaga dunia ini.
Kita tahu, bahwa Barat kerap mengkritik bagaimana Quran memosisikan kaum perempuan. Menurut Anda sendiri bagaiman Quran memosisikan kaum perempuan?
Pertama sekali, penting dipahami bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama di mata Tuhan. Laki-laki dan perempuan sama-sama bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri. Seorang perempuan bisa masuk neraka sama gampangnya dengan seorang lelaki. Seorang perempuan juga bisa masuk surga sama mudahnya dengan seorang laki-laki. Ini adalah ajaran agama yang mengagumkan tentang persamaan kedudukan antar kaum lelaki dan perempuan.
Tapi ada perbedaan sosial dalam Quran, dan Barat tidak suka itu. Perbedaan itu terkait aspek fisik dan beban tanggung jawab antar lelaki dan perempuan. Saya pernah bertemu dengan seorang imam yang mengatakan bahwa adalah tanggung jawab suami untuk memastikan bahwa kebutuhan keluarganya terpenuhi, dan adalah tanggung jawab seorang istri untuk membesarkan dan mendidik anak-anak serta mengatur kehidupan dalam keluarga. Jika seorang perempuan punya kepentingan ke luar rumah, maka ia harus bernegosiasi mendapatkan izin dari suaminya. Jadi, tetap ada negosiasi dalam sebuah ikatan perkawinan.
Lalu bagaimana pendapat Anda soal ayat-ayat dalam Quran yang berkaitan dengan jihad?
Ada banyak penafsiran yang berbeda tentang jihad dalam Islam. Ini berkaitan dengan konteks sejarah. Tapi saya pikir, penting bagi kita untuk mengetahui akar kata "jihad" yang artinya "pengerahan tenaga" atau "perjuangan". Dalam Quran, masalah jihad disebut sekitar 35 atau 36 kali dan hanya 5 diantaranya yang berhubungan dengan kemiliteran.
Tradisi Islam dan Quran juga mengajarkan untuk memperlakukan para tawanan dengan baik. Anda tidak perlu menggunakan bom napalm terhadap orang yang hanya menggunakan pistol. Islam dan Quran juga mengajarkan untuk mencintai lingkungan hidup, Anda tidak boleh merusak, Anda tidak boleh menganiaya musuh yang sudah menyerah atau ketika ada kesepakatan gencatan senjata.
Pertanyaan terakhir, bagaimana tanggapan pembaca atas buku Anda, apakah ada kritik dari kalangan Kristen maupun Muslim?
Secara umum, kalangan Kristiani menyukai buku ini. Kalaupun mengkritik hanya beberapa masalah kecil saja. Sedangkan di kalangan Muslim, ketika saya memberikan kuliah tentang pengenalan Islam, ada seorang mahasiswa Pakistan yang agak jengkel pada saya. Menurut mahasiswa itu, kalau saya mengatakan hal-hal yang positif tentang Quran, seharusnya saya pindah agama ke Islam. Di kelas lainnya, seorang mahasiswi mengatakan pada saya, "Kapan Anda akan mengekpose Islam sebagai agama hasil pekerjaan orang-orang jahat?"
Jadi ada dua kubu yang memberi tanggapan berbeda. Saya berdiri di antara dua kubu itu. Saya pun belajar memahami tentang karakter beragam orang. Tapi sebagian besar Muslim, mereka menyatakan berterima kasih saya menulis buku "Opening the Quran" ini. (kw/Zaman)
dari: rtamuslim.com

Senin, 13 Juni 2011

Mufti Bulgaria: Negara telah Gagal, Umat Islam Harus Melawan dari Serangan

Mufti Bulgaria: Negara telah Gagal, Umat Islam Harus Melawan dari Serangan


Sebagian masyarakat Bulgaria terkendala dengan Islamofobia, kata Kepala Kantor Mufti Bulgaria yang menyatakan dalam sebuah pernyataan khusus dalam upaya mendesak Muslim Bulgaria untuk mengambil tindakan membela diri terhadap serangan yang menimpa mereka.
Pernyataan Senin kemarin (13/6) dari kantor kepala Mufti Bulgaria datang sehari setelah pada hari Minggu lalu penjaga masjid utama di pusat kota Sofia mengalami serangan brutal oleh penyerang tak dikenal hanya beberapa menit sebelum memulai shalat subuh pada hari Minggu.
Kantor kepala Mufti mengacu pada kejadian tanggal 20 Mei 2011, ketika ekstrimis dari partai nasionalis Ataka menyerang umat Islam yang shalat di luar Masjid Banya Bashi kota Sofia.
Kepala kantor Mufti bagaimanapun mengeluhkan bahwa banyak kejadian serupa telah mengikuti sejak insiden itu, dan menegaskan bahwa lembaga-lembaga negara Bulgaria telah gagal untuk melindungi kaum Muslimin di Bulgaria dan tempat ibadah mereka.
"Setelah kasus ini berikutnya menyusul aksi kekerasan terhadap seorang Muslim dan penodaan terhadap masjid, komunitas Muslim Bulgaria telah menerima pesan yang jelas bahwa negara tidak dapat melindungi kami, atau tidak ingin melakukan hal itu, yang meninggalkan kami dalam situasi yang sangat keras sebagai warga Uni Eropa yang masih berharap bahwa ada mekanisme demokrasi yang cukup baik untuk mencegah penindasan terhadap kami," tulis pernyataan dari kantor Mufti Bulgaria.
"Sayangnya, harapan kami berubah menjadi ilusi, harapan kami tidak terpenuhi, dan kami sekarang menyadari bahwa kami harus menyediakan untuk keamanan kami sendiri dan mempertahankan hak-hak kami. Beberapa kasus yang agak mengejutkan pada beberapa tahun terakhir telah membuat kami mengasumsikan bahwa umat Islam tidak diinginkan di negara ini, dan tekanan terhadap kami akan terus berlanjut. Mereka menunjukkan bahwa sebagian dari masyarakat Bulgaria bermusuhan dan agresif terhadap Islam, nilai-nilai Islam, dan komunitas Muslim," kata Kepala Kantor Mufti, menekankan bahwa insiden yang terjadi tidak boleh diperlakukan sebagai tindakan hooliganisme atau tindakan kriminal tetapi sebagai strategi umum dan intoleransi terhadap umat Muslim, yang mungkin dapat menyebabkan operasi dalam skala yang lebih besar.
"Ini semacam Islamophobia dan tekanan ini dinyatakan sebagai ancaman, penghinaan, membatasi hak-hak agama, dan kekerasan fisik yang harus diperlakukan sebagai upaya untuk menghasut konflik antar-agama, perang sipil, dan merupakan ancaman terhadap keamanan nasional," kantor kepala Mufti menyatakan.
Pernyataan itu lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun setelah serangan terhadap masjid Banya Bashi pada 20 Mei 2011 lalu, Muslim Bulgaria menerima dukungan dari para politisi, kaum intelektual, dan bagian dari masyarakat, kejadian serupa terus terjadi.
Kantor kepala Mufti mengatakan bahwa pada tanggal 30 Mei 2011, ia telah memperingatkan Menteri Dalam Negeri Tsvetan Tsvetanov mengenai beberapa serangan fisik terhadap aktivitas shalat umat Muslim tetapi tidak mendapat reaksi dari organisasi hak asasi manusia, pemerintah, masyarakat sipil, maupun partai-partai politik.
Lebih lanjut kantor kepala Mufti menyerukan kepada umat Islam di negara ini untuk melakukan penjagaan siang dan malam sebagai relawan untuk melindungi diri sendiri pada saat negara gagal melindungi kehormatan dan martabat Islam dan umat Islam.
"Langkah-langkah ini adalah awal dari kampanye perlindungan diri sendiri. Kami akan memberitahu Anda tentang langkah selanjutnya tergantung pada perkembangan masalah dan keinginan masyarakat. (fq/novinite).eramuslim.com

Hakim Pengadilan di Prancis Hina Seorang Muslimah Berjilbab

Hakim Pengadilan di Prancis Hina Seorang Muslimah Berjilbab



Collectif contre l'islamophobie, sebuah lembaga yang memantau kasus-kasus berlatar belakang islamofobia di Prancis mengecam pengadilan di kota Béziers dan hakim pengadilan kota itu, karena telah mempermalukan seorang muslimah hanya karena jilbab yang dikenakannya.
Muslimah bersangkutan berurusan dengan pengadilan karena sengketa hak perwalian terhadap anaknya. Saat hadir di persidangan, seorang polisi memintanya melepas jilbab dengan alasan untuk menghormati hakim, sesuai aturan persidangan. Polisi mengatakan, jika muslimah itu menolak melepas jilbabnya, maka persidangan akan dilakukan tanpa kehadiran muslimah tersebut.
Menurut laporan Collectif contre l'islamophobie, muslimah itu berusaha memenuhi aturan persidangan, dengan mengganti jilbabnya dengan mengenakan pengikat kepala yang menutupi rambutnya. Tapi seorang pegawai pengadilan tetap menolak muslimah itu hadir di ruang sidang. Pegawai tersebut mengatakan bahwa "jilbab" dilarang dan memerintahkan muslimah itu juga melepas pengikat kepalanya, jika ingin masuk ke ruang sidang.
Dalam persidangan, hakim malah mencela muslimah tadi dengan mengatakan bahwa ia adalah seorang ibu yang buruk karena membiarkan anak lelakinya masuk Islam. Hakim bahkan menyebutnya sebagai "tindakan barbar terhadap anak-anak".
"Jangan bilang pada saya bahwa agama Islam lebih bagus dibandingkan agama lainny," tukas si hakim seperti dilaporkan Collectif contre l'islamophobie.
Hakim makin mempersulit hak asuh muslimah yang jati dirinya dirahasiakan itu, meski bukti-bukti dalam persidangan menunjukkan bahwa anak tersebut tetap ingin bersama ibunya. Tapi si hakim mengatakan bahwa bukan seorang anak yang "memilih dan menentukan hukum dalam persidangan ini."
Atas kasus ini, Collectif contre l'islamophobie sudah melayangkan protes dan desakan pada kementerian kehakiman Prancis agar mengenakan sanksi disiplin pada hakim persidangan tersebut, karena telah menghina seorang muslimah karena latar belakang agamanya, termasuk sikap polisi dan pengawai pengadilan yang melarang muslimah itu mengenakan jilbab di persidangan. (kw/CCIF)
in/eramuslim.com

"Islam Menyembuhkanku dan Mengembalikan Jiwaku"

"Islam Menyembuhkanku dan Mengembalikan Jiwaku"


Christopher Patrick Nelson, warga negara AS keturunan Irlandia, masuk Islam ketika ia berusia 26 tahun. Sebelumnya, lelaki yang menganut agama Kristen ini pernah mempelajari berbagai keyakinan mulai dari Jainisme, ajaran Budha, Hindu, untuk menyembuhkan "penyakit"nya.
Sampai akhirnya ia menemukan Islam dan memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Ia mengakui Nabi Muhammad Saw sebagai model dari sebuah kehidupan spiritual yang komprehensif, dan Islam telah menyelamatkannya dari "penyakit kejiwaan" yang dideritanya serta membuatnya merasa menemukan jiwanya yang hilang.
Sejak kecil Christopher Patrick Nelson, sudah memiliki perilaku dan emosi yang labil. Pada usia 14 tahun, ia pernah dirawat di bangsal untuk pasien yang mengalami gangguan kejiwaan, karena tingkah lakunya yang tak terkontrol. Hingga usia dewasa, Nelson kerap mengalami depresi, tidak punya gairah melakukan apapun, inginnya tidur terus, dan yang terburuk merasa ingin mati saja. Beberapa kali Nelson melakukan percobaan bunuh diri, dengan mengiris pergelangan tangganya.
Pertama, ia didiagnosis menderita "paranoid-schizophrenia", sebuah istilah dalam bidang psikiatrik ketika para ahli tidak bisa menentukan dengan pasti problem yang diderita pasiennya. Kemudian, ia dinyatakan memiliki perangai "Bipolar", perangai ganda yang ekstrim, yang saling bertolak belakang. Sejak itu, Nelson berjuang menjalani kehidupannya yang kadang mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim.
Orang-orang di lingkungan Nelson seringkali menyalahkan dirinya atas perilakunya yang tidak dewasa, karena tidak mengerti problem kejiwaan yang dialaminya. Kondisi ini menyulitkan Nelson dalam mendapatkan pekerjaan dan membina hubungan dengan sesamanya. Ia pernah bekerja kurang dari seminggu di sebuah restoran pizza. Nelson dipecat karena perilakunya yang kurang sopan pada pelanggan.
"Depresi itu seperti neraka. Rasa ini menyelinap dalam diri saya secara diam-diam seperti hantu. Saya ingat, saya menatap ke sebuah benda, misalnya sebuah meja tempat menyajikan kopi, tiba-tiba saya akan merasa kebingunan dan merasa hidup ini tak berarti," tukas Nelson.
Untuk menyembuhkan diri, Nelson mengikuti pengobatan yang disebutnya pengobatan gaya barat, seperti meditasi dan terapi bagi para penderita gangguan psikiatrik, di sebuah klinik di San Jose. Tapi ia merasa, pengobatan macam itu hanya menolongnya sesaat, tidak menyembuhkannya.
Sampai akhirnya, ia menemukan Islam bagi "penyakit"nya , tepat di depan sebuah tempat perawatan gangguan kejiwaan. "Saya selalu merasa, di lubuk hati saya, bahwa penyakit saya berhubungan dengan sesuatu dalam jiwa saya--obat-obatan dan terapi--oleh sebab itu, tidak akan pernah bisa menyembuhkannya," kata Nelson.
Dengan memeluk Islam, ia mempelajari ajaran Islam yang menurutnya mengajarkannya untuk membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati. "Islam memberi saya rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri," ujarnya.
"Saya merasakan, membaca doa tertentu pada Allah sangat membantu, untuk melindungi diri saya dari gangguan setan yang bisa menjerumuskan saya. Sikap disiplin dan berdoa membantu saya untuk mengendalikan emosi dan saya yang labil ..."
"Ketika rasa gelisah dan depresi itu menerpa, saya merasa dikelilingi oleh puluhan polisi, yang melempari saya dan mencaci maki saya. Saya pun berdoa, mendengarkan dan meyakini kata-kata yang saya ucapkan dalam doa saya. Seketika jiwa saya kembali tenang dan merasakan kedamaian," sambung Nelson.
Ia mengakui, untuk ketenangan jiwa, tidak cukup hanya doa tapi juga dipengaruhi oleh apa yang ia makan dan dengan siapa seseorang berkumpul. Menurut Nelson, berkumpul dengan sesama saudara seiman di masjid, banyak membantunya untuk menenangkan jiwa.
"Mengalami gangguan kejiwaan adalah sebuah perjuangan seumur hidup. Tapi setelah masuk Islam, saya merasakan akhirnya bisa mengendalikan diri saya. Islam mengajarkan saya untuk memurnikan hati dan jiwa saya," tandas Nelson. (kw/PNS)/eramuslim.com

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari
Headline

Oleh: Vina Ramitha
INILAH.COM, London – Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris mulanya enggan berbicara masalah agama. Namun setelah turun jabatan, ia menyatakan baru menganut Katolik. Kini, ia membaca Al Quran setiap hari.
Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.
Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.
“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.
Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.
Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya.
Hubungan Blair dengan Islam ini bukanlah pertama kalinya. Tahun lalu, iparnya, Lauren Booth, memutuskan untuk menjadi mualaf setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Iran. Booth memang telah lama mendekatkan dirinya pada komunitas Islam.
Mengetahui Blair yang disarankan agar tidak ‘bertuhan’ oleh Campbell saat menjabat sebagai PM, Booth sempat menyatakan harapan agar keputusannya menjadi Muslimah akan mengubah pandangan kakak iparnya itu. [nic]

Minggu, 12 Juni 2011

Meningkatnya Kejahatan Islamofobia Mengintai Muslim Inggris

Meningkatnya Kejahatan Islamofobia Mengintai Muslim Inggris



Sekretaris Jenderal Muslim Council on Britain (MCB) Farooq Murad menyerukan komunitas Muslim di Inggris untuk berupaya lebih keras lagi melawan islamofobia yang makin meningkat di Inggris.
"Serangan berlatar belakang islamofobia terhadap masjid, pemimpin komunitas muslim, individu maupun properti milik muslim dilakukan oleh segelintir orang, tapi jumlah serangan semacam itu makin meningkat," kata Murad dalam pidatonya pada Pertemuan Tahunan MCB pada Minggu (12/6).
"Perlu upaya yang lebih besar lagi, dan ini artinya kita harus memiliki tindakan yang sistematis untuk merekam, memonitor dan menganalisa serangan-serangan berlatar belakang islamofobia itu," ujarnya.
Data polisi menunjukkan, sepanjang tahun 2010 terjadi 1.200 serangan anti-Muslim di Inggris. Bentuk serangannya beragam, mulai serangan terhadap para imam dan staf masjid, pelemparan bom molotov, merusak jendela, vandalisme, pesan-pesan berisi ancaman dan pelecehan, sampai meletakkan kepala babi di pintu masuk dan menara masjid.
Bulan April kemarin, sebuah makam seorang muslim di High Wycombe dirusak orang. Makam itu adalah makam ibu dari Mohammed Khaliel, warga muslim di kota itu. Menurutnya, perusakan makam muslim bukan kali pertama itu terjadi.
"Saya punya bukti berupa foto seseorang yang merusak makam dengan martil. Tindakan itu murni karena kebencian. Pemakaman itu berusia 200 tahu, dan ada secuil tempat khusus untuk makam muslim, hanya tempat itu yang dirusak. Tindakan itu jelas berlatar belakanga islamofobia," tukas Khaliel.
Para pengamat di Inggris juga mengakui bahwa kasus serangan berlatar belakang kebencian terhadap Islam dan Muslim makin meningkat di Inggris beberapa tahun belakangan ini. "Sikap anti-Muslim sangat nyata dan memang banyak terjadi," kata Ghaffar Hussain, pengamat dari lembaga think tank anti-terorisme Quilliam.
Ia mengungkapkan, pascaperistiwa serangan 11 September 2001, sekitar 40 sampai 60 persen masjid, islamic center dan organisasi muslim di Inggris menjadi target serangan balasan. "Ada sebagian orang di masyarakat kita yang sangat mencurigai seorang muslim. Bahkan ketika komunitas Muslim membangun masjid, mereka terancam oleh pemikiran bahwa ada islamisasi di Eropa," jelas Hussain.
Sejumlah pengamat mengatakan, serangan berlatar belakang islamofobia makin meningkat di Inggris karena tidak adanya kemauan politik untuk membuat laporan yang serius tentang kasus-kasus serangan berlatar belakang anti-Muslim.
"Waktu saya masih bekerja di kepolisian, saya perhatikan beberapa kasus terjadi setelah serangan teroris, seperti serangan 11 September 2001 di AS dan serangan tanggal 7 Juli 2005 di London," kata Dr. Robert Lambert, salah satu direktur European Muslim Research Centre dan peneliti di Institut Studi Arab dan Islam di Universitas Exeter.
Menurutnya, sudah terjadi 50 kasus serangan bom molotov dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Tapi, kata Lambert, para politisi di Inggris tidak berinisiatif untuk menjalin kerjasama dengan para pemimpin masjid. "Ini agak memprihatinkan," ujar Lambert.
Sementara itu, juru bicara Hizbut Tahrir Inggris Taji Mustafa, menyalahkan pemerintah sebagai penyebab makin meningkatnya kasus-kasus kebencian terhadap Muslim. Ia menuding pemerintah bekerjasama dengan sejumlah media massa untuk memojokkan Islam sebagai bagian dari propaganda luar negeri pemerintah.
Di Inggris terdapat kurang lebih dua juta muslim. Mereka menjadi target kecurigaan, terutama setelah peristiwa serangan 7 Juli di London. Survei Financial Times menunjukkan bahwa Inggris adalah negara yang paling mencurigai komunitas Muslim. Sedangkan survei Evening Standard menunjukkan, bahwa sebagian besar warga London memiliki pendapat negatif tentang muslim. (kw/oi)
in/eramuslim.com

Dakwah Muslimah Kanada, Gelar Dialog Sehari Tentang Jilbab

Dakwah Muslimah Kanada, Gelar Dialog Sehari Tentang Jilbab



Koalisi Muslimah Kanada menggagas acara "Day of Dialogue" untuk meluruskan pandangan banyak orang, khususnya non-Muslim tentang busana muslim, jilbab dan hak perempuan dalam Islam.
Salah seorang kordinator acara itu Fauzia Mazhar mengatakan, selama ini para muslimah sering mendapat pertanyaan klasik tentang posisi perempuan dalam Islam, benarkah perempuan muslim mengalami penindasan dan tindakan sewenang-wenang dari suaminya.
"Kami tidak mau dinilai hanya dari berjilbab atau tidak berjilbab. Kami ingin dilihat lebih dari sekedar jilbab. Kami punya kepribadian, keinginan dan tujuan dalam hidup," tukas Fauzia.
Acara yang digelar pada Sabtu (12/6) dengan metode tanya jawab, dihadiri oleh kalangan perempuan non-Muslim dan mengangkat lima topik terkait perempuan dalam Islam, antara lain; pendidikan, kepemimpinan, hak dan tanggung jawab perempuan, kewajiban keagamaan, tata cara berbusana dan jilbab, serta masalah perkawinan dan perceraian.
"Banyak orang yang tidak tahu tentang perempuan muslim. Mereka memiliki stereotip dan penafsiran yang salah tentang perempuan muslim," ujar Fauzia.
Di Kanada terdapat 1,9 persen Muslim dari 32,8 juta total penduduk negeri itu. Islam menjadi agama kedua terbesar, setelah agama Katolik Roma.
Di negeri-negeri non-Muslim, masyarakatnya masih banyak yang berpandangan bahwa jilbab adalah bentuk pemaksaan, penindasaan dan pelanggaran hak kaum perempuan. Seorang muslimah bernama Nazneen Zaidi mengungkapkan, banyak orang yang mengira bahwa ia mengenakan jilbab karena dipaksa oleh suaminya. Padahal, mengenakan jilbab adalah keputusan Nazneen sendiri.
"Saya senang mengenakannya. Jilbab adalah sebuah kehormatan dan kebebasan yang sebenarnya," ujar Nazneen, muslimah kelahiran Montreal dan bergelar master di bidang teknologi pendidikan dari Universitas Concordia.
Ia mengatakan, Islam memperlakukan sama antara perempuan dan laki-laki dalam hal kewajiban dan tanggung jawab.
"Laki-laki dan perempuan sama-sama berada dalam pengawasan Allah dan hukum Islam. Peranan mereka berbeda, tapi tanggung jawab perempuan dan laki-laki dalam keluarga adalah sama," tukasnya.
Minna Ella, muslimah asal Waterloo mengatakan bahwa ia mulai mengenakan cadar pada usia 17 tahun, tanpa paksaan dari siapapun.
"Ayah saya tidak memaksa saya untuk memakainya, begitu pula suami saya. Cadar adalah lambang ketakwaan, identitas muslimah," kata ibu tiga anak, kelahiran London itu. (kw/oi)
In/eramuslim.com

Kamis, 26 Mei 2011

Fotografer Asal Swedia, Jalan Panjang Berliku Menuju Islam

Fotografer Asal Swedia, Jalan Panjang Berliku Menuju Islam


Sebelum mengenal Islam, Karlsson adalah seorang lelaki biasa yang tidak religius sama sekali. Ia mengaku sebagai tipikal orang yang materialistis. Tak pernah sedikit terlintas dalam pikirannya tentang keberadaan Tuhan.
"Saya menjalani kehidupan selama 25 tahun tanpa pernah benar-benar memikirkan tentang eksistensi Tuhan, atau hal-hal yang berkaitan dengan spiritual," ujar lelaki asal Swedia itu.
Tapi ia masih ingat kenangan masa kecilnya, saat masih duduk di kelas 7, pernah menulis cerita tentang akan seperti apa masa depan yang ingin dijalaninya kelak. Karlsson menggambarkan dirinya kelak sebagai seorang progammer komputer yang sukses--padahal saat itu ia tidak pernah menyentuh komputer--dan hidup dengan seorang istri yang muslim.
"Waktu itu, kata 'Muslim' buat saya adalah perempuan yang mengenakan baju panjang, longgar dan memakai jilbab. Tapi saya tidak tahu dari mana pikiran semacam itu datang dan melintas di kepala saya," ujarnya mengenang impian masa kecilnya.
Waktu berjalan. Karlsson menyelesaikan kuliahnya dan mulai bekerja. Ia sudah punya penghasilan sendiri dan pidah ke apartemen yang dibelinya. Kala itu, ia mulai menekuni minatnya pada dunia fotografi amatir dan aktif dalam kegiatan-kegiatan fotografi.
Karlsson mengaku tidak tahu persis bagaimana ceritanya sampai ia kemudian mengenal Islam. Menurutnya, semua terjadi begitu saja tanpa ia rencanakan. "Banyak hal yang saya sendiri tidak bisa menjelaskan, apa yang saya lakukan, dan mengapa saya melakukannya," ungkap Karlsson.
Ia melanjutkan, "Saya tidak bisa mengingatnya, mengapa saya menelpon Organisasi Informasi Islam di Swedia dan minta didata untuk berlangganan buletin yang mereka terbitkan, mengapa lalu saya membeli Al-Quran terjemahan dan membeli sebuah buku yang sangat bagus berjudul 'Islam: Our Faith'. Saya melakukannya begitu saja."
Setelah membaca seluruh terjemahan Al-Quran, Karlsson mengakui isi Al-Quran sangat indah dan logis. Tapi ia belum merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya.
Akhirnya Mengakui Tuhan
Setahun kemudian, ketika Karlsson berkunjung ke sebuah pulau cantik bernama Pretty Island, ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dalam hatinya, saat memotret pemandangan musim gugur di pulau itu.
"Saya merasakan sebuah perasaan yang fantastis. Saya merasa seolah-olah saya kecil sekali di sesuatu yang sangat besar, alam semesta kepunyaan Allah ... Luar Biasa. Saya merasa betul-betul rileks dan bersemangat. Tiba-tiba saja saya merasakan kehadiran Tuhan kemanapun mata saya memandang. Saya belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya," kenang Karlsson.
Kenangan akan keindahan di pulau itu terus melekat hingga ia kembali ke rumah. Karlsson belum tergerak untuk mengenal Tuhan lebih delat. Suatu hari, sepulang kerja, Karlsson naik bis dan ia melihat sebagian besar penumpang bis tertidur. Sepanjang perjalanan, Karlsson menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah, gumpalan awan yang menebar warna merah muda dan oranye menyatu, menghadirkan sebuah lukisan yang membuat terpana siapa pun yang melihatnya.
"Selama beberapa menit saya merasakan kedamaian yang total dan sebuah pemahaman bahwa semua ini adalah hasil karya Tuhan. Saya sangat merindukan momen seperti ini terjadi lagi," ujar Karlsson.
Harapannya terwujud. Suatu bangun tidur di suatu pagi, ia merasakan pikirannya jernih sekali dan yang pertama melintas dalam pikirannya adalah bagaimana bersyukur pada Tuhan, bahwa Tuhan telah membangunkannya setiap pagi, memberikan harapan. "Rasanya alamiah saja, seolah saya sudah terbiasa melakukannya sepanjang hidup saya," ungkap Karlsson.
Sejak mengalami hal itu, Karlsson tidak lagi membantah keberadaan Tuhan. Sebagai orang yang selama 25 tahun menolak keberadaan Tuhan, ia mengakui, perubahan itu bukan perkara gampang baginya. Tapi setelah itu, Karlsson merasakan berbagai hal-hal yang luar biasa dialaminya. Ketika tinggal di AS untuk beberapa lama, Karlsson pun mulai berdoa, mulai belajar untuk fokus pada Tuhan dan mendengarkan apa kata hatinya. Puncaknya terjadi pada suatu akhir pekan yang indah di New York.
Nekad ke Masjid dan Bersyahadat
Karlsson datang ke sebuah masjid di New York dan berkenalan dengan beberapa muslim di masjid itu. Kekutan dan rasa khawatir yang ia rasakan sebelumnya saat akan masuk masjid, seketika sirna. Pengurus masjid memberinya bahan bacaan tentang Islam. Karlsson juga berkunjung ke rumah teman-teman muslim barunya, dan banyak berdiskusi dengan mereka.
"Apa yang mereka katakan, dan jawaban yang mereka berikan, semua masuk akal. Islam menjadi bagian penting dalam hidup saya. Saya pun mulai belajar salat dan mengikuti salat Jumat pertama saya ..."
"Saya menyelinap, duduk di barisan paling belakang. Saya tidak paham apa yang diucapkan imam, tapi saya menikmati khutbahnya. Setelah khutbah selesai, kami semua membuat barisan dan melaksanakan salat dua rakaat. Itulah salah satu pengalaman paling luar biasa yang saya pernah saya rasakan dalam perjalanan saya menuju Islam. Saya melihat sekitar 200 jamaah laki-laki, berserah diri sepenuhnya hanya pada satu Tuhan, memuji Tuhan, sungguh mengagumkan," tutur Karlsson yang saat itu belum juga memutuskan masuk Islam.
Suatu ketika, ia membaca buku berjudul “Twelve Hours” kisah seorang perempuan Inggris yang masuk Islam. Buku itulah yang benar-benar membawa perubahan bagi dirinya. Ia menangis saat membacanya, dan ia merasa bahwa ia tidak mau menengok ke belakang lagi, dan tidak akan menahan lagi keinginannya untuk memeluk Islam.
Liburan musim panas, Karlsson membulatkan tekadnya untuk menjadi seorang muslim. Hari pertama musim panas, udara masih terasa dingin. Karlsson mengurungkan niatnya untuk ke masjid dan menundanya sampai kondisi mulai menghangat.
Suatu pagi, langit nampak kelabu. Angin dingin berhembus, menembus jendela kamar tidur Karlsson, seakan membawa pesan untuknya, bahwa saatnya telah tiba dan ia tidak bisa menundanya terus. Karlsson beranjak dari tempat tidurnya, mandi, mengenakan pakaian bersih, menyambar kunci mobilnya dan mengarahkan kendaraannya ke masjid.
Di masjid, ia mendekati beberapa orang yang sedang berkumpul dan mengatakan niatnya untuk masuk Islam. Dan seusai salat Zuhur, seorang imam menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan para pengunjung masjid. Setelah bersyahadat, ia diberi nama islami "Ibrahim".
"Alhamdulillah. Hati saya betul-betul lega. Apalagi keluarga dan semua teman menerima keislaman saya. Tentu saja mereka tidak bisa memahami semua yang lakukan setelah menjadi seorang muslim, seperti salat lima waktu, tidak makan daging babi, mereka pikir saya mempraktekkan sebuah tradisi yang asing, yang akan lenyap termakan zaman. Tapi saya akan membuktikan bahwa perkiraan mereka salah. Insya Allah," tandas Ibrahim Karlsson. (ln/PI)
(eramuslim.com)

Rabu, 18 Mei 2011

Membahayakan, India Larang Produksi dan Peredaran Pestisida

Membahayakan, India Larang Produksi dan Peredaran Pestisida
Rabu, 18 Mei 2011
Hidayatullah.com--Penyemprotan pestisida dinilai mengakibatkan peningkatan angka kematian dan kelahiran cacat. PBB sendiri telah memasukkan pestisida yang bersangkutan ke daftar polutan dan tidak boleh lagi digunakan.
Karena itu, Pengadilan Tinggi di India telah mengeluarkan perintah pelarangan produksi dan penjualan pestisida yang banyak digunakan di negeri itu.
Pestisida juga dinilai bisa menyebabkan kerusakan syaraf manusia dan merusak kehidupan liar dan dilarang beredar setidaknya dua bulan ke depan.

Menurut harian Daily Star, 18 Mei 2011, pengadilan tinggi juga telah memerintahkan instansi terkait untuk membuat laporan dalam waktu delapan bulan ke depan terkait dampak kerusakan dari endosulfan, pestisida yang dilarang tersebut, terhadap manusia dan lingkungan sekitar.

Keputusan yang diambil tersebut merupakan respons dari petisi yang dibuat untuk mendesak pemerintah melarang peredaran endosulfan di seluruh negeri. Padahal, endosulfan sendiri sangat luas digunakan di India untuk mengontrol hama yang mengancam tanaman buah, sayur, teh, kopi, kapas, dan tanaman lainnya.

Pada petisi itu disebutkan pula bahwa adanya peningkatan angka kematian dan kelahiran cacat di Kerala, kota di kawasan selatan India di mana endosulfan secara rutin disemprotkan dari udara pada tanaman.

Dikutip dari Daily Star, Sarosh Homi Kapadia, ketua pengadilan tinggi India telah meminta pemerintah untuk membentuk panel yang terdiri dari sejumlah pakar untuk mempelajari endosulfan dan merekomendasikan apakah pestisida itu perlu dilarang total atau dibiarkan sampai persediaan habis.

Pada pertemuan bulan lalu di Jenewa, perwakilan dari 127 negara-negara PBB juga telah sepakat untuk memasukkan endosulfan ke daftar polutan milik PBB. Selain itu, diputuskan pula bahwa 2012 merupakan batas akhir dari penggunaan endosulfan.

Sebagai informasi, saat ini India sendiri merupakan pemasok terbesar, yakni hingga 70 persen, kebutuhan endosulfan di seluruh dunia.*
Sumber : vvn
Rep: CR-3
Red: Cholis Akbar
(hidayatullah.com)

Harun Yahya Kembali "Menggoyang" Prancis

Harun Yahya Kembali "Menggoyang" Prancis

Empat tahun yang lalu Prancis sempat geger, karena sekolah-sekolah di negeri itu tiba-tiba menerima kiriman buku berjudul "Atlas of Creation" yang ditulis dan diterbitkan oleh Harun Yahya, seorang penulis dan ulama asal Istanbul, Turki. Kontan, menteri pendidikan Prancis memperingatkan para guru sekolah untuk tidak menggunakan buku tersebut, karena isinya dianggap bertentangan dengan standar pendidikan di Prancis yang berbasis pada konsep sekulerisme.
Dalam buku tersebut, Harun Yahya menolak Teori Darwin, yang selama ini diyakini dan disebarkan oleh masyarakat Barat sebagai teori evolusi manusia. Penolakan terhadap Teori Darwin inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa Prancis begitu gusar dan melarang buku Harun Yahya itu digunakan di sekolah-sekolah.
Tapi Harun Yahya tetap gencar menyebarkan penolakannya terhadap Teori Darwin, yang disebutnya sebagai teori yang tidak ilmiah dan sudah runtuh. Bulan ini, tim Harun Yahya malah menggelar sejumlah konferensi tentang pandangannya itu ke tujuh kota di Prancis, termasuk di Paris.
Di sebuah sekolah muslim di utara Paris, sekitar 100 siswa tekun mendengarkan penjelasan dua orang tim Harun Yahya tentang kesalahan-kesalahan teori evolusi. Mereka mengatakan, seorang muslim selayaknya tidak menerima teori itu.
"Manusia bukan keturunan kera (menurut Teori Darwin)," kata Ali Sadun dari tim Harun Yahya, yang membuat para siswa dan siswi sekolah itu tertawa cekikikan.
"Teori evolusi Charles Darwin, adalah teori yang mengklaim berbasis ilmiah untuk mendukung atheisme. Orang yang meyakini teori evolusi itu, tidak bisa menerima keberadaan Sang Pencipta ..."
"Kehidupan bukan sebagai akibat dari proses perubahan, kehidupan adalah hasil ciptaan sebuah kekuatan yang Maha Besar, yaitu Allah," sambung Sadun.
Setelah Sadun, pembicara lainnya adalah Avni Karahisar yang membeberkan tentang "mukzizat ilmu pengetahuan dalam kitab suci Al-Quran." Ia menjelaskan pada para siswa bahwa Al-Quran sudah lebih dulu memprediksi banyak penemuan-penemuan ilmiah modern, seperti teori Bing Bang dan orbit-orbit planet.
"Teknologi yang ada sekarang membuktikan kebenaran yang sudah dikabarkan Al-Quran sejak 1.400 tahun yang lalu, dan membuktikan dengan cara yang ajaib bahwa Al-Quran adalah kalam Allah Yang Mahakuasa," tukas Karahisar.
Untuk kali ini, kementerian pendidikan Prancis tidak punya otoritas untuk membubarkan acara yang digelar tim Harun Yahya itu, karena diselenggarakan di institusi swasta. Seorang guru di sekolah Islam itu mengatakan, "Sebagai sekolah Muslim, kami beruntung memiliki orang-orang yang memberikan kita perangkat untuk perdebatan ini." Menurutnya, para praktisi pendidikan di Prancis menyebut Harun Yahya sebagai fundamentalis Islam karena pandangan-pandangannya tentang penciptaan alam semesta dan manusia. Tapi guru tersebut menilai para praktisi pendidikan itulah yang sebenarnya para fundamentalis sekuleris.
Pandangan Harun Yahya tentang penciptaan alam semesta dan penolakannya terhadap Teori "evolusi" Darwin juga mengguncang kalangan ilmuwan sekuler di seluruh dunia. Banyak ilmuwan dari Eropa, Amerika bahkan dari Turki sendiri yang menertawakan dan mencemooh Harun Yahya. Mereka menilai Harun Yahya membuat banyak kesalahan dalam argumennya. Meski situasi itu tidak menggoyahkan para pengikut "teori" Harun Yahya dan penjualan bukunya tetap laris manis. (ln/EN)
(eramuslim.com)

Minggu, 08 Mei 2011

Jangan Salahkan Perampok Somalia, Mereka Mempertahankan Nyawa Untuk Hidup, Mana Perhatian Dunia???

Ikatan Iman, Sebab Perompak Somalia Memperlakukan Baik ABK Sinar Kudus


Di luar dugaan banyak pihak, perompakan yang dilakukan kelompok bersenjata Somalia terhadap Kapal Sinar Kudus menyimpan seribu satu ‘keanehan’. Dari penuturan para Anak Buah Kapal atau ABK Sinar Kudus yang semuanya selamat, ikatan iman ternyata menjadi hal utama kenapa para perompak memperlakukan tawanan dengan baik. Jauh seperti gambaran para perompak umumnya terhadap para tawanan.
Hal tersebut disampaikan sejumlah tawanan yang semuanya selamat tiba di Indonesia pada Jumat lalu. Sejumlah pengalaman yang mungkin di luar nalar pun mereka tuturkan. Dan hal tersebut berlangsung sejak awal perompak memasuki kapal MV Sinar Kudus.
Seperti yang dituturkan kapten kapal Slamet Jauhari kepada wartawan setibanya di tanah air. Menurut Slamet, ketika perompak memasuki kapal Sinar Kudus setelah sebelumnya meneror dengan sejumlah tembakan peringatan, beberapa orang di antara mereka langsung memperlihatkan wajah penyesalan.
Mereka tidak mengira kalau kapal yang mereka sergap adalah milik Indonesia yang menurut mereka ‘saudara’ sesama muslim. Saat itu mereka mengatakan, “No problem! No problem!” Mereka pun langsung berdebat sengit satu sama lain, seperti saling menyalahkan.
Para perompak mengucapkan permohonan maaf. Tapi karena sudah terlanjur berada di kapal Sinar Kudus, para perompak meminta bantuan kapten untuk menjadikan kapal tersebut sebagai kendaraan ke kapal lain yang lewat di kawasan teluk Aden. Karena tak punya pilihan, kapten Slamet pun mengikuti permintaan para perompak.
Saat itu, para ABK merasa lega karena mereka bukan target perompakan. Tapi, hari itu, tak satu pun kapal lewat. Begitu pun di hari kedua, dan hal yang sama pada hari ketiga dan seterusnya.
Pada hari-hari berikutnya, para perompak akhirnya memutuskan untuk membajak kapal yang sudah mereka kuasai itu. Dan mereka pun meminta bantuan awak untuk menyampaikan harga tebusan.
Menariknya, selama penantian negosiasi antara pihak perompak dengan pemerintah Indonesia, para ABK dengan perompak seperti tidak terlihat adanya permusuhan. Tak seorang pun dari ABK yang dipukul, bahkan diikat.
Hal yang mungkin tidak bisa masuk ke nalar orang selain muslim, antara perompak dan ABK terjalin hubungan ‘kekeluargaan’ selama 46 hari masa penyanderaan. Antara lain, seperti yang dituturkan salah seorang ABK, Hari Suhairi kepada wartawan, antara perompak dan ABK yang berjumlah dua puluh orang biasa melaksanakan shalat Maghrib dan Isya berjamaah. Mereka pun bahkan bertadarus Alquran bersama-sama di waktu malam.
Saat-saat seperti itulah terjalin komunikasi kekeluargaan antara ABK dengan para perompak yang berjumlah sekitar tiga puluhan orang. Di antara para perompak itu menuturkan kalau mereka terpaksa melakukan tindakan yang mereka akui sebagai sebuah keburukan. Hal itu karena mereka terpaksa di tengah kemiskinan hidup warga Somalia saat ini.
Dari segi penampilan, wajah miskin mereka memang terlihat jelas. Antara lain, postur mereka yang umumnya kurus-kurus, baju yang agak compang-camping, ketidakaturan hidup seperti membuang sampah sembarangan, tingkat pendidikan yang kurang memadai, dan sebagainya. Tapi, di balik itu semua, mereka tidak bisa menyembunyikan kepolosan mereka sebagai seorang muslim yang terjebak dalam kemiskinan struktural di Somalia.
Begitu pun ketika uang tebusan telah mereka terima. Para perompak tidak langsung membawa tas berisi uang ke lokasi markas mereka. Dengan santai, mereka membagi-bagikan uang tersebut saat masih berada di kapal Sinar Kudus.
Setelah sepertinya uang diterima dengan rata, para perompak turun dari kapal dengan tidak serempak, tapi kelompok demi kelompok ke tempat tinggal mereka masing-masing. “Yah, seperti angkot yang menurunkan penumpang satu per satu ke tempat tujuan,” ujar salah seorang ABK yang masih memperlihatkan keheranannya.
Dan saking miskinnya, para perompak mengambil apa saja yang dimiliki para ABK. Mulai dari baju termasuk pakaian dalam, perlengkapan elektronik, sepatu termasuk sandal butut ABK, dan lain-lain. mh
(eramuslim.com)

Kamis, 05 Mei 2011

Lalu Untuk Apa Ibas Yudhoyono Ke Al Zaytun?

Lalu Untuk Apa Ibas Yudhoyono Ke Al Zaytun?


Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa Ibas, di Jakarta, menepis tuduhan yang menuding dirinya berkaitan dengan kelompok tertentu yang mengatasnamakan "Negara Islam Indonesia" (NII).
Tuduhan itu lahir setelah ia bersama Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dikabarkan mengunjungi pondok pesantren Al Zaytun di Indramayu, Jawa Barat, pada 17 Maret silam.
"Memang benar saya mendampingi Ketua Umum Partai Demokrat, Mas Anas Urbaningrum dari DPP PD yang mengagendakan kunjungan ke Al Zaytun beberapa waktu lalu," kata putera kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Tetapi Ibas menegaskan kunjungan itu merupakan sebuah kunjungan biasa yang diagendakan juga untuk mengunjungi beberapa pondok pesantren lain di Jawa Barat.
"Tidak benar sama sekali jika silaturahmi DPP Partai Demokrat dikaitkan dengan NII, apa lagi mendukung NII karena silaturahmi ke pondok pesantren sering diagendakan DPP PD di wilayah lain di Indonesia," tegas Ibas.
Ia sebaliknya mendesak agar pelanggaran terkait NII yang menodai dan melanggar Negara Kesatuan Republik Indonesia, ditindak dengan tegas.
"NII jelas bertentangan dengan pilar NKRI. Insya Allah Partai Demokrat akan terus menjalankan dan mengamalkan pilar NKRI," pungkasnya.
Namun teka-teki kaitan Ibas, Partai Demokrat bertandang ke Al Zaytun masih terus bergulir. Belum ada konfirmasi detail dari Partai Demokrat terkait hal itu.
Sebelumnya Imam Supriyatno, mantan petinggi NII membeberkan bahwa dalam safari ke Al-Zaytun, Partai Demokrat memberikan sumbangan kepada Pondok Pesantren Al Zaytun US$10 Ribu, yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dihadapan petinggi lainnya Partai Demokrat saat mengunjungi Al Zaytun.
"Sumbangan sebesar 10 ribu dollar Amerika itu diserahkan langsung oleh Anas Urbaningrum kepada pimpinan pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, saat berkunjung ke Al Zaytun, sekitar tanggal 16 Maret 2011 lalu," kata Imam. (pz/an/inlh)
(eramuslim.com)

Menteri Negara Bagian Australia Dukung Wanita Muslim Kenakan Cadar

Menteri Negara Bagian Australia Dukung Wanita Muslim Kenakan Cadar

Perempuan Muslim yang memilih mengenakan burqa yang menutupi wajah, sebaiknya diberi hak untuk melakukan apa yang mereka sukai, kata menteri urusan multikultural Victoria, Nick Kotsiras.
Nick Kotsiras juga memuji masyarakat Sudan yang telah datang di bawah pengawasan pasca terjadinya aksi kerusuhan jalanan setelah kontes kecantikan bulan lalu. ''Kita tidak punya masalah dengan warga Sudan di Australia - atau di Melbourne. Ada 8.000 warga Sudan yang tinggal di Victoria, mayoritas adalah pekerja keras, warga negara yang taat hukum,'' katanya kepada The Age.
Dalam mempertahankan semangat keragaman budaya, Kotsiras mengatakan insiden kekerasan bukan contoh disharmoni sosial yang dibawa oleh pendatang baru dari Afrika. Dan mereka yang melanggar hukum tetap harus dihukum,''Anda tidak bisa mengatakan itu semua kesalahan masyarakat komunitas tertentu.
Terkait debat internasional tentang pelarangan burqa, yang diambil oleh beberapa rekan federal koalisinya, Kotsiras berkata:''Jika seseorang ingin memakai burqa, maka mereka harus diizinkan untuk mengenakan burqa. Saya tidak percaya bahwa seseorang harus dipaksa untuk memakai setiap item tertentu dari sebuah pakaian, tapi itu semua ada dalam budaya. Jika seseorang ingin memakai burqa, saya tidak melihat adanya masalah dalam hal itu.''
Kotsiras, yang tiba di Australia sebagai anak seorang migran dari Yunani pada awal tahun 1960, mengakui bahwa semua gelombang pendatang baru ke Australia menghadapi tantangan yang berkaitan dengan isu-isu seperti pekerjaan dan aksi pemuda.
Tapi ia berharap inisiatif dalam anggaran negara untuk sebuah unit baru di Departemennya diharapkan bisa membantu mengkoordinasikan kebijakan untuk pengungsi baru dan migran antar pemerintah daerah, negara bagian dan federal sehingga akan mengidentifikasi kesenjangan layanan.
''Kami membuka tangan kami untuk pendatang baru tetapi sekarang ini adalah tentang bagaimana membantu mereka menetap di negara baru,'' kata Kotsiras, yang juga Menteri Kewarganegaraan.(fq/theage)
(eramuslim.com)

BBC: Air Zam Zam Mengandung Racun Dijual di Inggris

BBC: Air Zam Zam Mengandung Racun Dijual di Inggris

Media Inggris BBC mengklaim menemukan air Zam Zam yang sudah terkontaminasi dengan arsenik dijual secara ilegal di sejumlah toko yang menjual barang-barang kebutuhan untuk Muslim.
Air Zam Zam berasal dari Makkah Arab Saudi, oleh umat Islam merupakan air yang dianggap suci. Mereka yang berkunjung ke Saudi, boleh membawa air Zam Zam sebagai oleh-oleh dengan jumlah yang sudah dibatasi oleh pemerintah Saudi, tapi tidak boleh diekspor untuk keperluan komersial.
Menurut BBC, seorang peneliti yang menyamar, menemukan botol air Zam-Zam dalam jumlah besar dijual di kawasan London timur dan selatan, dan di Luton. Sementara hasil investigasi BBC menyebutkan bahwa air Zam Zam dalam kemasan botol banyak dijual di toko-toko di kawasan Wandsworth, barat daya London dan di Upon Park, London timur, Luton dan Bedfordshire.
Presiden Association of Public Analyst (APA), menurut BBC, mengatakan bahwa ia tidak akan merekomendasikan masyarakat untuk minum air Zam Zam dalam kemasan itu. "Minuman itu beracun, secara khusus karena mengandung arsenik dalam kadar tinggi, yaitu zat carcinogen yang bisa menyebabkan penyakit kanker," kata Dr. Duncan Campbell, presiden APA.
Tahun 2010, Food Standards Agency di Inggris mengingatkan konsumen untuk menghindari minuman dalam kemasan yang diklaim berasal dari tempat tertentu, yang menurut lembaga itu masih meragukan.
BBC dalam investigasinya mengklaim, sudah membandingkan air Zam Zam yang diambil langsung dari sumur Zam Zam dan air Zam Zam dalam kemasan yang dijual di Makkah dengan air Zam Zam dalam kemasan yang dijual secara ilegal di Inggris.
Setelah diteliti dan dibandingkan, menurut BBC, air Zam Zam yang berasal dari Makkah mengandung nitrat dan kemungkinan bakteri berbahaya serta menemukan kadar arsenik, tiga kali lebih tinggi dibandingkan batas maksimum yang dibolehkan. Kandungan zat itu juga terdapat dalam air Zam Zam kemasan yang dijual di Inggris.
Laporan BBC ini bisa menjadi isu sensitif bagi umat Islam. Dr. Yunes Ramadan Teinaz, seorang ahli kesehatan lingkungan, sebelumnya sudah mengingatkan agar hati-hati mengangkat isu air Zam Zam. "Karena ini adalah masalah yang sensitif. Muslim menganggap air Zam Zam sebagai air suci. Mereka akan sulit menerima, jika disebutkan air itu terkontaminasi," kata Ramadan Teinaz.
Meski demikian, ia menilai pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan atas persoalan ini. Kedubes Saudi di London, menolak berkomentar atas laporan BBC air Zam Zam ini. (ln/bbc)
(eramuslim.com)

Kamis, 28 April 2011

"Saya Muslim, Jangan Panik"

"Saya Muslim, Jangan Panik"

 
 "I'm Moslem. Don't Panic" kata-kata itu tertulis di kaos yang dikenakan Nathan Ellington, saat ia diwawancari wartawan pada tahun 2007 lalu. Tapi ia menolak difoto atau tampil di depan kamera televisi saat mengenakan kaos itu, karena khawatir ada orang yang merasa tersinggung dengan tulisan tersebut.

Nathan Levi Fontaine Ellington memang harus pandai menjaga sikap, karena ia termasuk figur masyarakat di Inggris. Lelaki kelahiran Bradford, West Yorkshire pada 2 Juli 1981, adalah pesepakbola yang namanya cukup terkenal di negeri itu.
Pemain Liga Premier yang sekarang bergabung dengan klub sepakbola Preston North End itu, sebenarnya sangat terbuka dengan keislamannya. Ia menjadi salah satu pesebakbola Muslim diantara pesepak bola Muslim lainnya yang bermain di Liga Premier seperti Mo Sissoko, Hameur Bouazza, Diomansy Kamara dan Nicolas Anelka.
Tapi menjadi seorang Muslim di Inggris bukan persoalan yang mudah, meski negara itu cukup terbuka dengan kaum Muslimin.
Ellington masuk Islam pada tahun 2004 setelah menikah dengan seorang muslimah asal Bosnia bernama Alma. Namun kakak Ellington bernama Jason yang lebih dulu masuk Islam, ikut berperan dalam keislamannya. Ellington, yang mengaku bukan seorang Kristiani yang taat sebelum masuk Islam, tidak menghadapi kendala berarti dari keluarganya saat memutuskan masuk Islam, dan menunjukkan komitmennya sebagai muslim dengan menjalankan semua kewajiban seperti puasa Ramadan dan salat lima waktu.
Ketika ditawari bermain untuk Klub Watford tahun 2007 lalu, Ellington bicara dari hati ke hati dengan manajer klub Aidy Boothroyd sebelum menandatangani kontrak, tentang keislamannya. "Saya bicara padanya tentang kewajiban yang harus saya lakukan sebagai seorang muslim. Saya menjelaskan masalah ini, karena sebagai seorang pemain yang muslim, saya dianggap berbeda dengan pemain lainnya. Ternyata, dia (Boothroyd) tidak masalah dengan semua itu," tutur Ellington yang dibayar 3,25 juta poundsterling oleh klub Watford.
Ia juga menyatakan tidak menemukan kesulitan dalam menjalankan ibadah, utamanya salat lima waktu di tengah jadwal latihan yang padat. Jika harus latihan sehari penuh, ia meminta waktu lima atau sepuluh menit saat waktu salat tiba.
"Saya selalu bawa sajadah. Manajer saya tidak mempermasalahkannya. Ia menghormati bahwa salat adalah sesuatu yang harus saya laksanakan," kata Ellington.
Ia beruntung karena pelatih dan manajernya bisa memberikan keleluasaan padanya untuk menjalankan ibadah, meski beberapa teman satu timnya sering menjadikannya sebagai bahan lelucon. Olokan yang membuatnya paling tak enak didengar adalah saat ia dipanggil "Beardo, namun Ellington tidak terlalu ambil pusing.
Di klub lain, seorang pemain dijuluki "Bomber" hanya karena pemain itu seorang muslim. "Sebagian orang berpikir itu sesuatu yang lucu, padahal sama sekali tidak lucu. Ada banyak isu yang lebih besar di luar sana. Banyak orang kehilangan nyawa, atau kehilangan orang yang mereka cintai. Ada garis batas yang harus ditarik," imbuhnya.
Menurut Ellington, jika hal semacam itu terjadi, masalahnya bukan pada agama tapi pada manusiannya. "Agama itu sendiri tidak pernah mengajarkan hal-hal yang buruk. Islam mendorong Anda untuk memahaminya, mempelajarinya. Dan saya tidak menemukan hal-hal yang salah dalam Islam. Islam tidak mengajarkan Anda untuk jadi orang jahat," tukas Ellington.
"Anda tahu, selalu ada orang yang jahat dalam setiap agama. Tapi persoalannya bukan terletak pada ajaran agamanya yang jelek, tapi pada manusianya. Ini yang harus dipahami ... Mungkin pengetahuan mereka minim. Jika mereka mau berdiskusi dengan saya, saya dengan senang hati berbagi dengan mereka," tandasnya.
"Jujur, Islam tidak mempengaruhi aktivitas sepakbola saya. Saya memang melihat banyak prasangka buruk pada agama saya. Tapi dalam tim ini, saya tidak pernah mengalami serangan bernuansa rasis, justru teman saya yang bukan muslim yang mengalami hal itu," tukas Ellington. (ln/berbagai sumber)
( Eramuslim.com)

Kamis, 07 April 2011

"Pembakaran Al-Quran, Serangan Terhadap Semua Orang"

"Pembakaran Al-Quran, Serangan Terhadap Semua Orang"
Sebuah organisasi pemuda Muslim terkemuka di Inggris mengutuk keras insiden pembakaran Al Qur'an di AS dan dampaknya di Afghanistan.

"Pembakaran Al Qur'an yang dilakukan oleh Pastor Terry Jones dan para fanatiknya itu harus dikutuk tanpa reservasi," kata Mohammed Shafiq, Kepala Eksekutif Ramadhan Foundation, dalam surat yang dikirimkan ke Press TV.

"Pembakaran Al-quran adalah serangan pada semua orang dan kami harus melakukan langkah apapun yang kami bisa untuk setiap usaha yang berusaha menyamarkan serangan tersebut," tambahnya.

"Kami juga mengutuk pembunuhan yang tidak masuk akal terhadap staf PBB di Mazar-i-Sharif," katanya, mendesak pihak berwenang Afghanistan untuk membawa para teroris ke pengadilan."

Setidaknya 24 orang, termasuk tujuh staf PBB, telah tewas dalam gelombang protes terhadap pembakaran salinan Al-Qur'an yang dilakukan oleh pendeta Amerika bulan lalu.

Para pekerja PBB tewas ketika demonstran menyerang kompleks mereka di kota utara Mazar-Sharif-i.

Shafiq juga mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan aksi protes damai dan tidak mengizinkan aksi kefanatikan mengambil kesempatan untuk menjelekkan komunitas Islam."

Aksi protes sendiri berlanjut untuk hari ketujuh di Afghanistan terkait atas penodaan Al-Qur'an.

Ratusan warga Afghanistan melakukan aksi protes baru di ibukota Kabul pada hari Kamis kemarin (7/4), polisi dan saksi mata mengatakan.

"Ada aksi protes damai oleh sekitar 300 orang di depan Masjid Eid Gah. Untungnya, tidak ada aksi kekerasan dan hal ini berlangsung sekitar satu jam," kata juru bicara polisi Kabul Hashmat Stanikzai.(fq/prtv)
Cpy rg: eramuslim.com

Pasukan Israel Tangkap 100 Wanita Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel Tangkap 100 Wanita Palestina di Tepi Barat

Pasukan Israel menyerbu desa Awarta di Tepi Barat utara pada hari Kamis kemarin (7/4), menangkap lebih dari 100 perempuan ketika mereka memburu para pembunuh sebuah keluarga Israel, kata pejabat setempat.

Militer juga menggunakan buldoser untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina di sebuah desa pertaniandi Tuba, suatu daerah di bawah kendali Israel, menurut pejabat keamanan Palestina.

Di Awarta, ratusan pasukan memasuki desa setelah tengah malam dan memberlakukan jam malam setelah mereka mulai mengumpulkan para wanita, dewan kepala daerah Tayis Awwad mengatakan kepada AFP.

Mereka melakukan pencarian dari rumah ke rumah sepanjang malam, katanya. Sumber-sumber keamanan Palestina membenarkan informasi yang sama.

Para wanita, beberapa di antaranya orang tua, ditempatkan di kamp dimana militer mengambil sidik jari dan sampel DNA sebelum sebagian besar dari mereka dibebaskan, kata sumber Palestina.

Otorita Palestina (PA) mengutuk tindakan Israel tersebut, jurubicara PA Ghassan Khatib menyebut kampanye Israel telah melakukan tindakan biadab terhadap rakyat Awarta."(fq/afp)
cpy rg: eramuslim.com

Rabu, 06 April 2011

Hakim Inggris Masuk Islam: "Inilah Kehidupan Sejati yang Saya Inginkan"

Hakim Inggris Masuk Islam: "Inilah Kehidupan Sejati yang Saya Inginkan"

Pekerjaannya memberikan advokasi hukum terhadap anak-anak dan perempuan yang menjadi korban kekerasan, menjadi pembuka jalan baginya untuk mengenal Islam. Dalam beberapa kasus yang ia tangani, ada beberapa diantaranya yang membuatnya harus berhubungan dengan Muslim, yang mendorongnya mencari tahu tentang agama Islam dan bergaul dengan komunitas Muslim.

Dia adalah Marilyn Mornington. Sekarang, ia sudah menjadi hakim distrik di Inggris, dosen bertaraf internasional dan penulis di bidang hukum keluarga dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sebagai perempuan, Mornington memiliki prestasi luar biasa di bidang hukum yang digelutinya. Ia meraih gelar sarjana hukumnya dari Sheffield University dan mendapatkan beasiswa dari Notre Dame Convent.

Mornington mulai menjalankan profesinya di bidang hukum khususnya untuk masalah keluarga pada tahun 1976 di Liverpool. Selama perjalanan karirnya, ia pernah menjabat berbagai posisi penting di sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keilmuan.

Tahun 1994, Mornington ditunjuk sebagai hakim distrik di Birkenhead, Liverpool. Ia menjadi advokat pertama yang terpilih sebagai hakim distrik pada usia 40 tahun. Selain menjadi hakim distrik, Mornington juga diakui sebagai salah satu anggota World Academy of Arts and Science.

Lalu apa yang istimewa dari seorang Marilyn Mornington, sebagai seorang pakar hukum yang dihormati, hakim distrik dan tokoh masyarakat, ia adalah seorang muslimah. Pada tahun 2005, Marilyn menerima penghargaan "Friends of Islam" atas peran aktifnya untuk membangun hubungan yang baik antara Islam dan Barat.

Dalam rekaman video wawancara antara cendikiawan muslim Hamza Yusuf, Mornington menceritakan perjalanannya menjadi seorang muslim;

Selama 10 sampai 12 tahun sebelum masuk Islam, Mornington menangani isu-isu terkait kekerasan dalam rumah tangga, terutama pada anak-anak dan kaum perempuan, dan dalam beberapa kasus terjadi di kalangan komunitas Muslim. Khsusu untuk muslim, agar bisa memahami persoalan dengan lebih baik, Mornington banyak membaca tentang agama Islam dan bergaul kalangan Muslim.

"Saya sudah mengkhususkan diri di bidang kejahatan terhadap perempuan, kekerasan terhadap perempuan dan penganiyaan terhadap anak-anak selama 10 sampai 12 tahun, untuk tingkat kebijakan yang diterapkan di Inggris Raya. Karena pekerjaan ini, dan ini bukan pilihan saya sendiri, saya menjadi banyak terlibat dalam kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di komunitas Muslim di negeri ini. Agar saya bisa memahami dengan lebih baik darimana mereka berasal, saya mulai banyak membaca tentang Islam, mulai membaca Quran dan bergaul dengan kalangan Muslim," papar Mornington.

Tapi ketika seseorang mengetahui "kebenaran", tidak semua orang mengambil langkah berani dan menjawab panggilan "kebenaran" itu dengan berbagai alasan, mulai dari pertimbangan keluarga, teman dan status sosial. Namun buat Mornington, ia merasa ada sebuah kekuatan besar yang menuntunnya ke "jalan yang benar", dan ia merasa tidak ada pilihan lain.

"Saya harus mengatakan, saya tidak berpikir bahwa saya benar-benar punya pilihan dalam masalah ini, bahwa Allah Swt melihat saya, itu saja. Sejak saat itu, tanpa saya inginkan, saya terus bertemu dari satu orang ke orang yang lain, yang mengarahkan saya pada jalan dimana tidak ada tempat buat saya untuk kembali menengok ke belakang. Semakin saya tahu tentang Islam, tentang Nabi Muhammad Saw., menjadi semakin jelas buat saya bahwa inilah yang saya inginkan, tempat dimana saya ingin berada dan inilah apa yang saya ingin yakini," tutur Mornington, hingga ia memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan menjadi seorang muslim sampai detik ini.

"Saya merasakan sangat nyaman dengan kehidupan keluarga dan kisah-kisah para isteri Rasulullah Saw. serta para sahabatnya. Dan seiring dengan berjalannya waktu, juga setelah mendengar ceramah dan membaca tulisan Syaikh Hamza, saya makin yakin, inilah kehidupan sejati yang saya inginkan," tandas Mornington. (ln/oi)
copy dr: eramuslim.com

Selasa, 05 April 2011

"Mendagri Prancis Islamofobia dan Memalukan"

"Mendagri Prancis Islamofobia dan Memalukan"
Menteri Dalam Negeri Prancis Claude Guéant dituding Islamofobia dan telah mempermalukan Prancis, setelah melontarkan pernyataan bahwa Muslim Prancis "menimbulkan masalah" bagi negeri itu.

Guéant mengungkapkan pernyataan itu dalam acara debat "Islam dan Sekularisme di Prancis" yang digelar oleh partai Union for Popular Movement (UMP) pada Selasa (5/4).

Debat yang dipimpin oleh pemimpin UMP Jean-François Copé itu, sebenarnya menuai kecaman dari banyak pihak di Prancis, termasuk dalam kalangan partai UMP sendiri. Banyak tokoh partai UMP yang menolak untuk hadir dalam acara debat tersebut, termasuk Perdana Menteri Prancis François Fillon.

Menteri Dalam Negeri, Guéant, yang ikut hadir dalam acara debat itu, mengungkapkan kekhawatirannya melihat pesatnya pertumbuhan komunitas Muslim di Prancis.

"Pertanyaan yang membuat rakyat Prancis prihatin: banyak yang berpikir bahwa penerapan sekulerisme (di Prancis) makin longgar. Pada tahun 1905 (pengesahan undang-undang tentang pemisahaan antara gereja dan negara), komunitas Muslim di Prancis jumlahnya masih sedikit, sekarang jumlah mereka antara 5 sampai 10 juta orang," kata Guéant.

"Pertumbuhan umat Islam dan ajaran Islam tertentu yang mereka jalankan menimbulkan persoalan. Sudah jelas bahwa salat yang mereka lakukan sampai ke jalan-jalan, membuat syok sebagai masyarakat dan para pemuka agama utama di negeri ini menyadari bahwa praktek seperti memberi pengaruh negatif pada mereka," sambung Guéant.

Sementara acara debat "Islam dan Sekularisme" yang kontroversial itu berlangsung, organisasi Banlieues Respect membagikan simbol bintang berwarna hijau pada komunitas Muslim di distrik-distrik kota Paris, sebagai bentuk penolakan terhadap debat yang digelar UMP.

Juru Bicara Partai Sosialis Benoît Hamon mengkriktik pernyataan Menteri Dalam Negeri tentang Muslim dalam acara debat tersebut. Ia menilai Guéant sudah mempermalukan Prancis.

"Mereka bukan memperdebatkan soal sekularisme, tapi memperdebatkan Islam. Saya merasa risih mendengar pernyataan Guéant. Dia sudah mempermalukan Prancis dan masyarakat Prancis," tukas Hamon. (ln/TheConnexion/IW)
Sbr: eramuslim.com

Kamis, 31 Maret 2011

Siswa Sekolah di AS Ditangkap Setelah Merenggut Jilbab Teman Sekelasnya

Siswa Sekolah di AS Ditangkap Setelah Merenggut Jilbab Teman Sekelasnya

Seorang siswa sekolah di Staten Island, New York ditangkap karena melakukan kejahatan rasial. Anak itu menganiaya dan mencoba merenggut jilbab yang dikenakan seorang siswi, teman sekelasnya.

Saksi mata mengungkapkan, Osman Daramy, 12, bersama seorang temannya yang berusia 13 tahun, memukuli teman sekelasnya itu, meninju dan menendangnya sampai siswi muslimah tersebut jatuh tak berdaya. Daramy lalu bertanya dengan suara membentak,"Apakah kamu Muslim?", sebelum ia menarik dan merenggut jilbab siswi itu, tapi ia tidak berhasil melepas jilbab siswi yang menjadi korban kekerasan Daramy.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/3) siang, di Dreyfus Intermediate School yang berlokasi di Warren Street, Stapleton--sebuah kawasan di Staten Island.

Sebelumnya, dalam waktu dua bulan ini, Daramy sudah empat kali menyerang siswi yang sama. Dalam insiden hari Rabu kemarin, Daramy langsung ditangkap dengan tuduhan melakukan tindakan pelecehan berat. Polisi State Island masih mencari teman Daramy, yang diduga membantu penganiayaan yang dilakukan Daramy.

Juru Bicara Departemen Pendidikan mengatakan, tindakan disiplin terhadap Daramy ditangguhkan, karena Daramy kini menjadi tahanan untuk kasus kenakalan remaja yang ditangani oleh Pengadilan Keluarga.

Bukan sekali ini saja Daramy melakukan kekerasan terhadap teman sekelasnya. Awal pekan ini, ia menggunting rambut seorang siswi teman sekelasnya, lalu berlari-lari keliling kelas sambil mengacungkan gunting yang dibawanya, sehingga membuat takut teman-teman sekelasnya.

Setelah peristiwa itu, pihak sekolah menempatkan seorang "pengawas" di depan kelas Daramy, agar guru bisa mengajar di kelas itu. Menurut seorang guru, Daramy tidak dikenakan dakwaan kriminal, tapi hanya dikenakan "tahanan rumah."

"Anak itu adalah teror. Dia selalu meneror para staf dan siswa di sekolah," kata seorang guru. (ln/NYPost)
sbr: eramuslim.com